Faktor Psikologis Yang Berpengaruh Terhadap Seseorang Penggemar Game

Bermain game merupakan hobi yang sangat menyenangkan. Terlebih lagi saat ini sudah banyak variasi game yang menarik. Membuat semakin bertambahnya penyuka game.

Pada hal ini sebenarnya ada sisi positif yang bisa di dapatkan oleh para penggemar games. Tapi apabila hal ini di lakukan secara berlebihan maka sisi positifnya akan menjadi negatif. Apa saja hal yang dapat mempengaruhinya?? Yuk kita simak bersama

Ini Faktor Psikologis Yang Akan Berpengaruh Untuk Anda

Game online adalah salah satu jenis permainan komputer yang memanfaatkan jaringan komputer (LAN atau internet) sebagai media permainannya. Game adalah sebuah aktivitas yang akan dilakukan untuk fun atau menyenangkan yang memiliki banyak aturan sehingga ada yang menang dan ada yang kalah. Selain dari itupun, game membawa sebuah arti serta sebuah kontes, fisik atau mental, menurut aturan tertentu, untuk hiburan, rekreasi, atau untuk menang dalam bermain taruhan. Game atau permainan yang merupakan bagian dari bermain. Lalu bermain juga bagian dari permainan, keduanya saling berhubungan. Game online adalah sebuah permainan yang dimana banyak orang yang dapat bermain pada waktu yang sama dengan melalui banyak jaringan komunikasi online (internet). Dalam bermain Game online pun kita dapat juga menghasilkan uang tambahan yaitu dengan menukarkan beberapa mata uang yang ada di sebuah game online dengan bentuk rupiah atau bisa juga dengan menjual karakter game online ke orang lain.

Pada saat ini, ketergantungan dalam bermain game online masih menjadi sebuah diagnosa tambahan pada DSM 5 (American Psychiatric Association, 2013). Peneliti umumnya menyatakan bahwa ketergantungan dalam bermain game online juga merupakan satu kontinum karena belum adanya titik potong yang baku antara orang yang mengalami banyak ketergantungan game online dan yang tidak mengalami sebuah ketergantungan. Penggila game online yang ada di Indonesia saat ini diperkirakan telah mencapai 15 juta pengguna (Yudhianto, 2013). Game online tersebut juga tersedia untuk dikonsumsi oleh para kalangan pemain game dari berbagai kelompok usia dan juga gender. Anak-anak dan remaja cenderung lebih tertarik pada game kalau akan dibandingkan dengan kelompok usia lainnya, karena itu merupakan salah satu sebuah resiko mereka untuk terkena ketergantungan bermain game juga akan lebih besar.

Kecanduan internet pada game online juga dapat mempengaruhi sebuah aspek sosial dalam menjalani kehidupan sehari-hari mulai dari kualitas saat berinteraksi dengan orang-orang terdekat, pencitraan diri hingga adanya sebuah perubahan perilaku individunya. Karena banyaknya waktu yang akan dihabiskan di saat dunia maya yang menyebabkan individu kurang berinteraksi dengan orang lain dalam dunia nyata. Hal ini terjadi dikarenakan adanya individu yang hanya terbiasa berinteraksi dalam satu arah dengan komputer membuat perilakunya akan menjadi tertutup, sulit untuk bisa mengekspresikan diri ketika berada di lingkungan yang nyata.

Seperti yang telah disebutkan pada paragraf yang pertama, game online juga masih memiliki dampak yang positif di luar dari posisinya yang sebagai diagnosa tambahan pada DSM 5. Dampak positif tersebut, antara lain yaitu :

  1. Dengan bermain game online, orang akan dapat belajar abagaimana cara untuk melatih pikiran, konsentrasi, menjawab tantangan, dan beradaptasi terhadap perubahan di sekitar mereka. Hal ini dikarenakan adanya fungsi game untuk melatih otak kita.
  2. Individu yang bermain game online akan belajar mengembangkan kemampuan dalam membaca dan matematika. Ditunjukan oleh peneliti dari University of Rochester, New York, Amerika Serikat mengenai dampak positif pada game.
  3. Bermain game juga dapat meringankan dan bahkan mengalihkan sebuah perhatian dari rasa sakit yang diderita oleh seorang yang sedang dalam masa perawatan, misalnya seperti pada seseorang yang menjalani kemoterapi. Dengan bermain game, rasa sakit akan berkurang dan tensi darah pun dapat menurun.

Akan tetapi, secara psikologis game online juga bisa memberikan lebih banyak dampak negatif dengan alasan yang utama timbulnya kecanduan untuk menghabiskan banyak waktu dan energi individu. Berikut adalah dampak negatif dari kecanduan bermain game online :

  1. Individu yang mengalami kecanduan,akan mengalami depresi, gelisah, dan fobia sosial akan semakin memburuk dan pekerjaan mereka juga akan menurun.
  2. Terlalu lama bermain game online juga dapat menimbulkan risiko individu terkena masalah konsentrasi dan hiperaktif dua kali jauh lebih tinggi. Sedangkan ketika mereka berhenti dari rasa kecanduan, depresi, gelisah, dan fobia terhadap sosial akan menjadi lebih baik.
  3. Pengaruh negatif untuk sebuah kehidupan sosial adalah jika Anda terlalu sering bermain games apalagi game online, waktu anak bersama dengan teman dan keluarga menjadi renggang karena pergaulan hanya di sekitar game online saja bukan di lingkungan yang nyata.
  4. Terbiasa hanya berinteraksi saat bermain pada game membuat individu menjadi tertutup dan sulit mengekspresikan diri ketika berada di lingkungan nyata.
  5. Aktivitas game online adalah akses terbanyak yang berbahaya sangat bagi perkembangan anak dan remaja setelah akses konten-konten pornografi. Jika konten pornografi, oleh pemerintah dianggap berbahaya, maka game online merupakan akses yang legal, bahkan beberapa penyedia layanan internet, menyediakan khusus untuk menyediakan fasilitas khusus game online.
  6. Ketergantungan pada kegiatan nge-games. Ketergantungan pada aktivitas nge-games ini, akan mengurangi aktivitas positif yang seharusnya dijalani oleh anak pada usia mereka. Bahkan banyak kasus yang terlihat bahwa, pada sebuah ketergantungan yang terjadi akibat aktivitas nge-games berlanjut pada usia dewasa (masa kuliah). Anak yang mengalami rasa ketergantungan pada aktivitas bermain games, akan mengurangi umtuk waktu belajar dan waktu untuk bersosialisasi dengan teman yang sebaya dengan mereka. Jika ini berlangsung terus menerus dalam waktu yang lama, di prekirakan anak juga akan dapat menarik diri pada pergaulan sosial, tidak bisa peka dengan lingkungan, bahkan bisa membentuk kepribadian asosial, dimana anak tidak mau mempunyai kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan sosialnya.